Etika Dalam Mempersiapkan Kartu Undangan Pernikahan Ideal

Etika sangat berkaitan dengan kesopanan yang pastinya harus tercermin di setiap kartu undangan pernikahan. Aturan etika yang tepat  juga dapat menjadi penuntun bagi calon pengantin dalam mempersiapkan kartu undangan pernikahan mereka, dari waktu yang tepat untuk mengirimkan kartu undangan pernikahan, bagaimana cara memposisikannya hingga penyusunan kata, model dan warna huruf serta cara penulisan alamat.

Waktu yang tepat untuk mengirim kartu undangan pernikahan

Mengetahui waktu yang tepat untuk mengirim kartu undangan pernikahan merupakan langkah penting untuk memenuhi etika yang tepat. Anda pastinya tidak ingin mengirimkan undangan terlalu cepat dan pastinya tidak ingin tamu undangan terlambat menerima kartu undangan pernikahan Anda.

Berikut ini dua panduan sederhana yang dapat menjadi tuntunan:

  1. Pastikan kartu undangan pernikahan Anda selesai dicetak paling lambat 2 bulan sebelum tanggal pernikahan. Dengan demikian Anda memiliki waktu yang cukup untuk memeriksa undangan dan menuliskan nama serta alamat tamu yang akan diundang.
  2. Kirimkan kartu undangan pernikahan sekitar 4-6 minggu sebelum tanggal pernikahan. Jika Anda bermaksud mengadakan undangan di kota tertentu, sedangkan umumnya tamu undangan berada di kota lain, maka Anda sebaiknya mengirim kartu undangan pernikahan lebih cepat. Perhatikan waktu yang dibutuhkan oleh tamu undangan untuk dapat menghadiri pernikahan Anda.

Pilihan jenis dan warna huruf pada kartu undangan pernikahan

Berikut ini tersaji informasi mengenai etika pemilihan jenis dan warna huruf pada kartu undangan pernikahan. Percaya atau tidak, pemilihan jenis huruf serta warnanya akan menggambarkan pribadi pasangan calon pengantin.

Kartu Undangan Pernikahan

Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait pemilihan jenis huruf pada Desain undangan pernikahan adalah:

  1. Umumnya jenis huruf yang paling banyak digunakan untuk undangan resmi adalah yang memiliki bentuk seperti tulisan tangan yang indah (script).
  2. Ketika memilih jenis huruf untuk kartu undangan pernikahan, perhatikan cara penulisan huruf capital dari jenis font tersebut.
  3. Anda juga dapat mempertimbangkan jenis huruf yang mudah dibaca. Undangan pernikahan yang indah tidak selalu harus menggunakan jenis huruf yang memiliki banyak lekukan. Tidak ada salahnya untuk memilih font yang lebih sederhana agar mudah dibaca.

Warna huruf yang ada pada kartu undangan pernikahan juga perlu diperhatikan. Berikut beberapa hal yang harus diingat:

  1. Hitam adalah warna huruf yang umumnya digunakan pada undangan pernikahan. Warna ini akan menimbulkan kesan klasik dan elegan.
  2. Anda juga boleh menyelaraskan warna huruf pada kartu undangan pernikahan dengan tema inti dari rangkaian pernikahan yang akan digelar, namun sebaiknya tidak memilih warna-warna yang terlalu menyolok seperti merah terang.
  3. Menambahkan garis tipis sebagai bingkai amplop undangan juga dapat menjadi sentuhan manis dan menambah warna pada undangan.

Mengatur posisi kartu undangan pernikahan

Sebelum kartu undangan pernikahan dikirim, sebaiknya Anda memeriksa posisinya terlebih dahulu. Langkah sederhana yang dapat menjadi panduan adalah sebagai berikut:

  1. Atur tumpukan kartu undangan pernikahan menghadap ke atas. Letakan di atas meja. Untuk undangan pernikahan yang dilengkapi dengan sisipan kertas berisi peta lokasi, maka sebaiknya sisipan tersebut diletakan di bagian akhir dalam undangan (khusus untuk model undangan pernikahan yang dilipat).
  2. Taruh tumpukan amplop undangan di sampingnya dengan bagian belakang amplop menghadap ke atas.
  3. Masukan kartu undangan ke dalam amplop. Apabila model undangan pernikahan yang Anda pilih memiliki lipatan di bagian atasnya, maka lipatan tersebut harus berada di bagian bawah amplop undangan.

Jika Anda melakukan dengan benar, maka hasil yang tepat adalah apabila bagian belakang amplop menghadap ke Anda dan selanjutnya Anda mengeluarkan kartu undangan pernikahan, maka posisi kartu undangan langsung menghadap Anda sehingga Anda dapat membacanya tanpa harus membalikkan kartu tersebut.

Sebelum memulai langkah diatas, sebaiknya Anda terlebih dahulu menghitung jumlah amplop dan kartu undangan tersebut. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui dengan pasti jumlah kartu undangan pernikahan yang siap dikirim.

Kata-kata dalam kartu undangan pernikahan

Beberapa etika dalam menyusun kata-kata pada kartu undangan pernikahan Anda sebagai berikut:

  1. Secara umum susunan kartu undangan pernikahan adalah sebagai berikut:
    • Baris kalimat undangan
    • Nama pengantin pria diikuti nama orangtua pria di baris selanjutnya.
    • Nama pengantin wanita diikuti nama orangtua wanita di baris selanjutnya.
    • Hari dan tanggal upacara pernikahan
    • Waktu upacara pernikahan
    • Lokasi dan alamat lengkap upacara pernikahan
    • Hari dan tanggal resepsi pernikahan
    • Waktu resepsi pernikahan
    • Lokasi dan alamat lengkap resepsi pernikahan
    • Baris kalimat yang menyatakan harapan atas kehadiran para tamu
    • Baris salam penutup
  2. Perhatikan penggunaan huruf kapital.
  3. Hindari penggunaan singkatan kata pada undangan pernikahan Anda, kecuali untuk gelar.
  4. Apabila ada anggota keluarga besar yang turut mengundang, maka jangan lupa untuk menuliskan nama mereka di bawah baris salam penutup.

Penulisan nama dan alamat undangan pernikahan

Menulis nama serta alamat tamu yang hendak diundang di acara pernikahan Anda memiliki beberapa aturan dasar antara lain:

  1. Tamu yang masih termasuk keluarga calon pengantin.
    Penulisan nama dapat disertai sebutan kekerabatan seperti opa, oma, paman, bibi dan sebagainya
  2. Tamu yang belum menikah.
    Untuk tamu pria, tetap menggunakan sebutan ‘Tuan’, tapi untuk tamu wanita sebaiknya menggunakan sebutan ‘Nona’. Apabila Anda ingin mengundang pasangannya yang belum Anda ketahui, maka dapat ditambahkan ‘dan rekan’. Contoh: Tuan Albert Handoko dan rekan
  3. Tamu yang telah memiliki pasangan tetapi belum resmi menikah.
    Sebaiknya menuliskan nama lengkap masing-masing dengan sebutan ‘Tuan …. dan Nona …..’.
  4. Tamu yang merupakan pasangan suami istri yang tidak memiliki anak.
    Sebaiknya pada bagian nama tertulis ‘Tuan & Nyonya’ diikuti dengan nama lengkap suami. Contohnya Tuan & Nyonya David Hendrik.
  5. Tamu yang merupakan pasangan suami istri yang memiliki anak.
    Jika Anda tidak bermaksud mengundang anak-anaknya, maka penulisan nama dapat mengikuti aturan no. 4, namun apabila Anda bermaksud mengundang anak-anaknya juga, maka sebaiknya ditambahkan kata-kata ‘dan keluarga’ di bagian akhir nama.
  6. Tamu yang memiliki gelar.
    Jangan lupa mencantumkan gelar yang dimiliki seseorang dalam menuliskan nama undangan pernikahan. Apabila pihak suami yang bergelar, maka urutan penulisan yang baik adalah ‘Nama gelar & Nyonya’ diikuti nama lengkap suami. Contoh : Ir. & Nyonya Irsan Arifin. Bila pihak istri yang memiliki gelar, maka penulisannya adalah ‘Nama gelar’ diikuti nama lengkap istri & ‘Tuan’ diikuti nama lengkap suami. Contoh: Dr. Hanna Irsan & Tuan Erwin Irsan. (Vt/a-weddingday.com)

Undangan
Admin April 2, 2012 5

4 thoughts on “Etika Dalam Mempersiapkan Kartu Undangan Pernikahan Ideal

  1. Mohon petunjuknya,kalo nulis nama utk diundangan bapak cpw sudah meninggal, nah ibu cpw nya sudah berpasangan lagi, bagaimana penulisan yg benarnya… makasih banyak yaaaaa

    • Penulisan nama orang tua umumnya tertera di bawah nama mempelai yang menerangkan bahwa si mempelai merupakan anak ke berapa dari bapak dan ibu siapa. Sehingga seharusnya di bagian tersebut ditulis nama orangtua kandung sang mempelai. Apabila sang ibu telah menikah kembali, maka nama pasangannya dapat ditaruh di bagian bawah undangan, setelah salam penutup, sebagai orang yang turut mengundang.
      Semoga saran ini dapat membantu…

  2. Numpang tanya:

    Kalau saya mau mengundang teman2 wanita ex-sma yang udah menikah.

    Apakah elok ya tidak tahu nama-nama suaminya. Apakah elok kalau saya mengungang kepada “nama teman perempuan” & keluarga?

    • Menurut kami, jika memungkinkan sebaiknya Anda menghubungi teman-teman wanita tersebut terlebih dahulu untuk menanyakan nama suaminya untuk dituliskan di kartu undangan. Namun jika tidak memungkinkan, sepertinya tidak masalah untuk menggunakan nama teman wanita tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *